Showing posts with label Hobi. Show all posts
Showing posts with label Hobi. Show all posts

Sunday, January 23, 2011

Ciri-Ciri Cucak Rowo Jantan dan Betina

Ciri-Ciri Cucak Rowo Jantan dan Betina - Burung Cucak Rowo atau Cucak Rawa merupakan burung dengan ukuran sedang. Bila di ukur dengan seksama, panjang tubuh cucak rowo (dari kepala sampai ujung ekor) sekitar 28cm, tak jauh beda dengan cucak jenggot. Cucak Rowo atau Pycnonotus zeylanicus, seperti nama yang disandangnya memiliki habitat asli disekitar rawa, tepian sungai atau tepian hutan. Ciri-ciri umum dari burung cucak rowo adalah sebagai berikut:

* Memiliki mahkota dan penutup telinga dengan warna jingga atau kuning jerami pucat.
* Pada bagian mata terdapat garis horizontal berwarna hitam.
* Pola bulu pada bagian belakang adalah kombinasi coklat zaitun dengan corat coret putih.
* Warna bulu sayap dan bulu ekor merupakan kombinasi warna hijau dan coklat zaitun.
* Terdapat warna putih pada bagian dagu / tenggorokan.
* Warna bulu dada dan leher adalah kombinasi warna abu-abu dan corat coret putih.
* Warna bulu pada bagian perut abu-abu.
* Warna bulu bagian pantat kuning.

Sementara cara membedakan cucak rowo jantan dan betina dapat dilakukan dengan mengidentifikasi ciri-ciri khusus yang ada. Dan berikut dibawah ini ciri-ciri cucak rowo jantan dan betina.

1. Ciri Cucak Rowo Jantan
* Bentuk kepala cucak rawa jantan cenderung bulat. Selain itu, bagian dahi cucak rowo jantan agak menonjol,dan setelah memasuki usia dewasa, pada bagian kepala dapat ditemui adanya belahan bulu
* Bulu ekor cucak rowo jantan terlihat cukup panjang
* Bulu leher bagian depan, atau tepatnya di bawah dagu, memiliki warna yang putih bersih
* Bulu punggung dan sayap cucak rowo jantan berwarna coklat ke abu-abuan dengan corat-coret berwarna putih
* Bunyi kicauan cucak rowo jantan sangat nyaring dan keras
* Penampilan cucak rowo jantan sangat lincah dan energik
* Supit udang cucak rowo jantan sangat rapat dan keras
* Tubuh cucak rowo jantan cenderung lebih besar

2. Ciri Cucak Rowo Betina
* Bentuk kepala cucak rawa betina cenderung pipih. Selain itu, setelah usia cucak rowo betina menginjak dewasa, pada bagian kepala tidak terdapat belahan bulu.
* Bulu ekor cucak rowo betina tidak panjang
* Bulu leher bagian depan, atau tepatnya di bawah dagu, memiliki warna putih ke abu-abuan
* Bulu punggung dan sayap cucak rowo betina berwarna coklat ke kuning kuningan dengan kombinasi garis-garis pendek berwarna putih
* Bunyi kicauan cucak rowo betina cukup nyaring tetapi tidak begitu keras
* Penampilan cucak rowo betina tidak energik
* Supit udang cucak rowo betina lebih renggang dan agak lemas
* Tubuh cucak rowo betina lebih kecil

Meski penjabaran ciri-ciri cucak rowo jantan dan betina diatas masih kurang dari sempurna, tetapi diharapkan semoga ini bisa menjadi panduan dasar bagi para pemula yang tertarik untuk memelihara atau menangkarkan burung cucak rawa.
(burungkicauan.net)

Tuesday, December 14, 2010

Kriteria Ayam Bangkok Jawara

Kriteria Ayam Bangkok Jawara - memilih ayam jago jawara erat kaitannya dengan Cara Mempersiapkan Ayam Jago untuk aduan oleh sebab itu kita harus cermat dalam mengenali kriteria bakalan menurut ciri fisik ayam,mental,sisik,bulu dan lain sebagainya
Sebagian orang beranggapan, bahwa ayam yg punya teknik bagus, nge-'lock' kiri kanan, dianggap ayam bagus. Disisi lain, ayam dgn teknik sederhana dianggap kurang 'mewah'.
Banyak juga ayam yg dianggap jelek (ngoyor) ternyata mampu mengalahkan ayam yg dianggap bagus (lock kiri-kanan).
Hal ini membingungkan. Ayam bagus koq kalah..?
Mungkin ini karena salah persepsi, bahwa pandangan hobiis ayam laga saat ini pada umumnya masih 'terpesona' dgn teknik main yg indah, mampu bongkar pasang dan ngelock kiri kanan.
Padahal, teknik tarung hanyalah sebagian kecil dari syarat seekor ayam yg bagus. Maka tdk heran bila teknik bagus saja belum bisa menjamin keunggulan ayam di kalangan.

Kriteria ayam aduan yg bagus setidaknya harus memenuhi unsur2 berikut :
1. Teknik tarung
2. Teknik pukulan
3. Konstruksi tulangan
4. Darah keturunan
5. Ciri fisik/Katuranggan.

1. Teknik tarung.
Seperti apa teknik tarung yg bagus? Apakah yg bisa ngalung kiri kanan? Yang bisa bongkar keluar masuk sayap? Kontrol yg bagus? Ataukah memiliki ciri unik seperti lari atau ngendul?
Semua benar… Namun dari hal2 yg dianggap bagus ini, ada 1 kesamaan dari kesemuanya. Yaitu, teknik tarung yg dianggap bagus adalah yg sulit dipukul lawan. Apapun gaya tekniknya, Kontrol, bongkar, lari, dorong, ngendul, ngumpet, dll, sekali lagi yg terpenting dan harus kita perhatikan adalah : sulit dipukul.

2. Teknik pukulan.
Banyak type pukulan yg dianggap baik. Mulai dari pukul gledek, pukul jalu, pukul badan, pukul antik, dll, kesemuanya bermuara pada satu kesimpulan bahwa pukulan yg bagus adalah yg mampu membuat efek negatif pada musuh yg terkena pukulan. Biasanya, pukulan yg membuat efek negative ini adalah pukulan yg bersih, tepat mengena pada sasarannya.

3. Konstruksi tulangan.
Tulangan yg baik harus tebal, kekar dan padat. Otot2 dan daging lembut namun tetap padat berisi dan enak/pas dipegang. Hal ini berguna sebagai penunjang daya tahan tubuh ketika menerima pukulan dari musuh. Selain itu, konstruksi tulangan yg bagus mampu menyimpan tenaga dan stamina yg bagus pula.

4. Darah keturunan.
Ayam aduan yg bagus harus jelas asal usulnya. Tidak boleh dari keturunan mental yg ‘cengeng’ dan mudah menyerah. Ayam yg bermental baja lebih baik mati dalam pertempuran atau menghindar dari musuh apabila tidak sanggup lagi melawan. Pantang baginya mengeluarkan bunyi ‘keok’ tanda menyerah.

5. Ciri fisik/katuranggan.
Banyak orang percaya bahwa katuranggan/ciri fisik yg bagus mampu membawa berkah bagi pemiliknya. Selain itu, katuranggan yg baik dipercaya memberi wibawa pada ayam sehingga musuh menjadi takut bahkan bila hanya mendengar kokoknya saja.

(papaji)